Showing posts with label pertanian. Show all posts
Showing posts with label pertanian. Show all posts

Tuesday, March 29, 2016

Cara Jitu Memperbanyak Anakan Padi

Leave a Comment
Infodapodik - Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil panen padi adalah jumlah anakan padi yang banyak, oleh karena itu banyak petani melakukan bermacam-macam perawatan untuk banyak anakan padi. Berikut cara memperbanyak anakan padi yang sangat mudah untuk diaplikasikan:
  1. Menanam bibit yang masih berusia muda
Dengan melakukan penanaman bibit sedini mungkin hal ini dimaksudkan agar nantinya perakaran akan semakin mapan dan menghasilkan anakan yang semakin banyak dan akan meningkatkan potensi produktivitas padi. Selain itu menanam padi di usia muda juga dapat mengurangi resiko stress pada tanaman. Usia tanam terbaik adalah antara 10-15 hari setelah sebar.
  1. Pemberian pupuk Phospat seawal mungkin
Pupuk Phospat seperti SP36 harus diberikan seawal mungkin 2-3hari sebelum tanam, karena pupuk jenis ini membutuhkan waktu yang agak lama untuk terserap oleh tanaman padi. Pada pupuk Phospat ini mengandung Unsur P yang berfungsi untuk merangsang pembentukan akar. Apabila pemupukan menggunakan Phospat ini dilakukan seawal mungkin diharapkan perakaran makin kuat makin banyak dan semakin panjang dalam pembentukan akar sehingga akan banyak menghasilkan anakan.
  1. Pemberian pupuk Nitrogen dilakukan sedini mungkin.
Pemberian pupuk yang mengandung unsure nitrogen seperti urea hendaknya paling lama 5 hari setelah tanam harus sudah dilakukan pemupukan. Unsur Nitrogen merupakan salah satu hal mendasar dalam membantu pembentukan anakan, oleh karena itu saat proses pembentukan anakan ketersediaan unsur ini harus terpenuhi.
  1. Bibit Ditanam Dangkal
Penanaman bibit ditanam hanya 1-2cm, karena apabila penanaman dilakukan terlalu dalam pertumbuhan anakan akan kehabisan waktu hanya untuk menembus lapisan tanah penutupnya.
  1. Pengairan dilakukan secara intermiten atau berselang.
Pengaturan pengairan juga harus sangat diperhatikan agar anakan padi banyak, pengiran dilakukan secara berselang dan usahakan tanaman padi tidak tergenang dalam waktu yang lama.
  1. Pilih dan gunakan Varietas padi yang anakanya banyak
Karena setiap varietas padi berbeda kemampuan dalam hal pembentukan anakan maka pilihlah jenis padi yang memiliki anakan paling banyak.
  1. Atur jarak tanam jangan terlalu rapat.
Usahakan menggunakan Sistem Jajar legowo karena system ini mempunyai sela yang luas yang cukup untuk tumbuh anakan-anakan padi secara bebas dan sehat.
  1. Diberikan Zat Pengatur Tumbuh (hormon tanaman)
Sebaiknya kita juga memberi zat Pengatur Tumbuh seperti zat sitokinin dan giberelin. Berikan pupuk organik padat sebagai salah satu penyubur dan pembenah tanah. Hal ini kaitanya dengan kesuburan tanah anda, jumlah dan takaranya tergantung kesuburan tanah.
  1. Pengendalian hama dan penyakit.
Berikut ini adalah hama yang bisa berpotensi mengurangi anakan padi keong mas, sundep dan tikus. Sedangkan penyakit yang membahayakan saat pembentukan anakan padi adalah penyakit busuk pangkal batang padi.

Sumber :  http://kabartani.com/cara-memperbanyak-anakan-padi.html
Read More

Cara Membuat Pakan Kambing dengan Jerami Fermentasi

Leave a Comment
Dari situs kabartani.com, infodapodik mencoba membaca-baca terkait Pemanfaatan jerami untuk pakan ternak kambing dan domba mungkin masih belum banyak yang tahu. Untuk itu, perlu kiranya, infodapodik sebarkan, karena infodapodik yakin menyebarkan informasi yang bermanfaat akan dapat menambah pundi-pundi pahala :) semoga!



Dengan proses fermentasi sebenarnya jerami mampu dijadikan makanan kambing. Dimana proses fermentasi menggunakan SOC (Suplemen Organik Cair yang), SOC mempunyai beberapa kelebihan antara lain:
  • Dapat memperbaiki system pencernakan ternak.
  • Meningkatkan Jumlah dan kualitas susu yang dihasilkan oleh ternak
  • Dapat meningkatkan kegemukan.
  •  Menambah nafsu makan.
  • Meningkatkan kekebalan ternak
  • Mengurangi bau kotoran ternak
Berikut Cara Membuat Pakan Ternak Fermentasi Menggunakan SOC:

Bahan – bahan yang perlu dipersiapkan
  • Jerami kering 1 ton.
  • SOC 1 botol.
  • Molase (tetes tebu),
  • Air secukupnya
  • Terpal
  • Ember plastik.
  • Gembor atau alat penyiram air.
Cara membuat pakan fermentasi kambing jerami padi
  • Sediakan tempat yang terlindung dari hujan ataupun sinar matahari secara langsung.
  • Bila alas masih berupa tanah kasih terpal agar air adonan fermentasi tidak meresap ketanah
  • Siapkan jerami padi yang sudah kering,
  • Campur SOC, molase, dengan air menggunakan ember
  • Mulailah meggelar jerami selapis pertama setinggi 15-20 cm dan mulailah menyemprotkan larutan adonan air, SOC, molase pada tumpukan jerami tadi dan diinjak-injak, usahakan penyemprotan rata dan jerami terihat basah.
  • Setelah itu tutup tumpukan jerami dengan terpal
  • Ikat rapat dan usahakan supaya udara jangan masuk, diamkan tumpukan jerami tadi selama 12-15 hari supaya proses penguraian serat pada jerami berjalan secara alamiah. Proses fermentasi ini memang memerlukan waktu beberapa saat sehingga jerami benar-benar lapuk dan nutrisinya bertambah. Hal ini akan sangat membantu pencernaan dalam perut kambing dalam meyerap nutrisi fermentasi jerami ini.
  • Setelah 12-15 hari kemudian fermentasi jerami padi siap diberikan untuk pakan ternak kambing, sebelum diberikan pada ternak kambing silahkan fermentasi jerami padi ini perlu diangin-anginkan sebentar.
  • Selalu siapkan minuman ternak berupa air putih guna memperlancar metabolisme kambing.
Sumber : http://kabartani.com/membuat-jerami-fermentasi-sebagai-pakan-kambing-dan-domba.html
Read More